Pojok Kanan Belakang

Renungan Ramadhan Pagi
(Harap dibaca sampai selesai, ini bukan puisi bukan pula syair)

Pagi ini…
Selepas sahur persiapan puasa hari ini,
Perasaan resah tak menentu datang
menghampiri..
Melilit, menusuk dan menyakiti jiwa, hati..

Ingin ku tumpah segala rasa, uneg-uneg
yang menyiksa..
Prasaan tak terbendung dan terus memaksa
untuk ku merenung melihat kembali apa
yang telah kulakukan sebelumnya..

Bergegas ku menyepi diri,
Merapat teratur meyiapkan diri, dan..
Menepatkan posisi..

Sembari merenung, seolah terdengar suara
lirih bernada sedih pelan dan perlahan..
Lama..
Bernada datar bergetar dan perlahan
hilang tanpa makna..

Mengiringi di belakang, wewangian yang
tak kufahami, menusuk seolah kesedihan
yang tiada terkata..
Harum yang begitu menyiksa terus
bergentayangan tanpa berniat untuk
lenyap, walau untuk sementara..

Perasaan yang begitu hebatnya..
Apa…
Apa yang telah kuperbuat sebelum nya??
… seolah renungan membawa kemasa lalu..
Melihatkan titik gelap yang perlahan
semakin jelas bentuknya..

Ah.. Nasi, kuah sayur santan pedas..
Ikan goreng setengah matang tepat diatas..
Sambal terasi, lalap kecipir tidak tua
tidak muda..
Lalu air putih dan di akhiri setengah
gelas coca-cola..

Sembari melirik kemasa lalu,
Perasaan lega berangsur pasti dengan
lepasnya segala rasa dan uneg-uneg yang
menyiksa..
Satu persatu lepas perlahan dengan
sedikit tekanan bermaksud memaksa..

Ah… sungguh perbuatan yang tersia-sia..
Apa yang telah kumakan.. kini keluar
semuanya tanpa sisa..

Tanggapan

  1. hahahahaha……………………. abangggggg!!!!!!!!!!!!

  2. Bacanya harus konsentrasi, karena kalo gak, gak bakalan dapat bayangannya ..
    Hahaha.. :D

  3. [...] Pojok Kanan Belakang Posted by: mriza | April 17, 2008 [...]

  4. huahaha…..
    masak gak ada sisa…..???
    ada kali….biar sedikit!

  5. Ramadhan mau datang lagi. Berarti mau diulangi lagi?


Beri tanggapan

Your response: