Nyaris tidak ada waktu untukku meluangkan waktu di blog ini. Mulai dari pagi kami sudah diserbu oleh guru-guru yang memproses sertifikat “sertifikasi Guru” mereka baik yang bermasalah atau yang legalisir. Kerja yang serba manual sudah barang tentu akan menyebabkan sedikit atau banyak terjadi kesalahan. Begitulah hasil sertifikat sejumlah 2700-an lembar yang dikerjakan oleh bagian yang khusus mengeluarkan sertifikat. Ada yang namanya kurang “Spd” dan ada pula yang ketinggalan “H” atau Haji di depan namanya. Sebegitu pentingnya titel dan nama sehingga puluhan guru datang setiap hari hanya sekedar untuk memperbaiki kesalahan nama tersebut.
Selanjutnya untuk mereka yang tidak mengalami masalah dalam sertifikatnya melakukan legalisir Foto Kopi sertifkat mereka sebagai salah satu syarat wajib yang akan di ajukan ke pihak Dinas Pendidikan. Sebenarnya untuk memudahkan proses legalisir ini, telah di koordinasikan kepihak Diknas Kabupaten bahwa legalisir Foto Kopi sertifikat dapat dilakukan di diknas tersebut. Akan tetapi tetap banyak guru-guru yang datang setiap hari untuk melegalisir Foto Kopi sertifikat milik mereka.

Karena kurangnya personil di kepanitian sertifikasi, pangkatku akhirnya diturunkan menjadi CAPMAN alias Manusia CAP atau tukang CAP guna membantu panitia yang kekurangan tenaga. Beratus bahkan beribu lembar Foto Kopi harus di CAP setiap harinya dan bahkan semakin meninggak dari hari kehari. Pekerjaanku seharusnbya adalah INTERNETMAN alias Manusia Internet atau tukang internet, adalah pangkat yang lumayan tinggi dibanding seorang tukang CAP.
Tangan kananku bekerja mulai dari jam 8 pagi hingga kadang jam 6 sore. Jika saja pekerjan ini berlanjut selama 2 atau 3 bulan, aku yakin otot tangan kanan ku akan sekekar “Ade Ray”. Wah.. keren gak yah punya tangan “kekar” sebelah…??