Posted by: mriza | Mei 14, 2008

Turun pangkat menjadi CAPMAN

Nyaris tidak ada waktu untukku meluangkan waktu di blog ini. Mulai dari pagi kami sudah diserbu oleh guru-guru yang memproses sertifikat “sertifikasi Guru” mereka baik yang bermasalah atau yang legalisir. Kerja yang serba manual sudah barang tentu akan menyebabkan sedikit atau banyak terjadi kesalahan. Begitulah hasil sertifikat sejumlah 2700-an lembar yang dikerjakan oleh bagian yang khusus mengeluarkan sertifikat. Ada yang namanya kurang “Spd” dan ada pula yang ketinggalan “H” atau Haji di depan namanya. Sebegitu pentingnya titel dan nama sehingga puluhan guru datang setiap hari hanya sekedar untuk memperbaiki kesalahan nama tersebut.

Selanjutnya untuk mereka yang tidak mengalami masalah dalam sertifikatnya melakukan legalisir Foto Kopi sertifkat mereka sebagai salah satu syarat wajib yang akan di ajukan ke pihak Dinas Pendidikan. Sebenarnya untuk memudahkan proses legalisir ini, telah di koordinasikan kepihak Diknas Kabupaten bahwa legalisir Foto Kopi sertifikat dapat dilakukan di diknas tersebut. Akan tetapi tetap banyak guru-guru yang datang setiap hari untuk melegalisir Foto Kopi sertifikat milik mereka.

Karena kurangnya personil di kepanitian sertifikasi, pangkatku akhirnya diturunkan menjadi CAPMAN alias Manusia CAP atau tukang CAP guna membantu panitia yang kekurangan tenaga. Beratus bahkan beribu lembar Foto Kopi harus di CAP setiap harinya dan bahkan semakin meninggak dari hari kehari. Pekerjaanku seharusnbya adalah INTERNETMAN alias Manusia Internet atau tukang internet, adalah pangkat yang lumayan tinggi dibanding seorang tukang CAP.

Tangan kananku bekerja mulai dari jam 8 pagi hingga kadang jam 6 sore. Jika saja pekerjan ini berlanjut selama 2 atau 3 bulan, aku yakin otot tangan kanan ku akan sekekar “Ade Ray”. Wah.. keren gak yah punya tangan “kekar” sebelah…??

Tanggapan

hauhauhauha kirain apa CAP MAN teh :p

xixixixixi

tapapa om… anggap saja olah raga! tangan satunya bisa sambil dipake yang lain biar ga keker sebelah :p

*ngasih sertifikat*
om, dicap juga ya ini.. :mrgreen:

Tangan dua2nya dipakai untuk ngecap gantian, biar sama2 kekar :-D
Itung2 olah raga sambil kerja.

Kalo di SD tempat saya, guru-guru juga pada sibuk buat surat keterangan buat nebalin porto folio :-D

#natazya
Tangan satunya kerja apaan yah biar sama..??

#hanggadamai
Hahaha… bantu donk.. !

#marsini
Kalo tangan kiri melesetnya suka kejauhan… (Gak jago bidik..)

#oliveoile
Iya.. biasa tuh, bahkan ada yang gak niat baik pake palsukan segala..

amal dikit Pak,,,bayarannya di Surga,,amin

tangan yang 1 nye buat narik kertas yang udah di cap lah :P

buat tangkai cap macam stempel pak pos tu jadi nyaman ketoknye…pletak…pletak….!!!

Hmm, penting tidaknya titel dipasangkan dengan nama tergantung keadaan dan kondisi. Apalagi kl berhubungan dengan birokrasi kepangkatan yang sudah barang tentu berhubungan dengan gaji…

Makanya dalam sertifikasi tersebut titel pendidikan emang perlu dicantumkan. Selama titel ini digunakan di lingkungan instansi Angga pikir wajar, kalo diluar instansi baru ngga wajar.

Misal

Akan menikah putra putri kami

Siti Anggareni, S.Teler binti Kambali

dengan

Siapa, S.Mabok bin Siapa ya

Nah, yang seperti baru kemarokan…
Cukuplah kiranya seperti ini saja

Akan menikah putra putri kami

Siti Anggareni binti Kambali

dengan

Siapa bin Siapa ya :mrgreen:

#yellashakti
Hehe.. amal sih amal… tangan saya nih lain sebelah.. hehehe…

#rovich (NL)
Beuh…emangnye robot..!!

#angga
Hm… koq kayaknye contohnye… jaka sembung makan golok..

Leave a response

Your response:

Kategori