Oleh: mriza | Juli 16, 2008

Mambang…

Hai mambang tanah, mambang pokok, mambang daun, mambang buah…

Mambang panjang, mambang pendek, mambang bujor, mambang melintang…

Mambang gemuk, mambang kurus, mambang tua, mambang…..

Img by: adifitri.com

Apa yang kaw baca dan apa yang aku ajar..?

Aku tak ajar nih segala mambang… bujur, mambang pendek, mambang persegi…

Mambang melintang… hah.. azis..?

Eh.. apa yang kaw tulis.. ?

Yang saye tulis tu short hand pak haji..

Kenapa tak boleh baca..

Saya tulis short hand, saya baca long hand…

Audio: Mambang

Oleh: mriza | Juli 1, 2008

Ngeblog – lagi 3M neh…

Wah, kesibukan dan kepusingan akhir-akhir ini membuat saya kena penyakit 3M yaitu Malas, Malaas, Malaaas. Mau buka YM rasanya berat, mo buka blogger ama wordpress gak ada niat, mau blogwalking gak sempat-sempat.

Sampe kapan yah…??

Oleh: mriza | Juni 10, 2008

Adil gak sih?

Suatu waktu aku teringat sewaktu masih magang pada sebuah stasiun relay televisi swasta pada tahun 1997. Adalah seorang Office Boy yang akrab di panggil “Pak Tayeb” yang melayani semua petugas di tempat tersebut. Layaknya seorang pelayan, Pak Tayeb berpenampilan sangat sederhana dengan tutur kata yang selalu menjaga kesantunan terhadap semua petugas terlebih lagi kepada pimpinan. Padahal seharusnya Pak Tayeb lah yang dihormati oleh semua orang yang ada di tempat itu karena dialah yang paling tua.

Dengan gaji sebesar 150 ribu perbulan Pak Tayeb datang pagi-pagi sekali dan pulang mendekati malam setiap harinya. Nyaris semua pekerjaan kasar dan selalu bergubungan dengan berbagai hal yang kotor atau jorok dikerjakannya setiap hari, mulai dari dari membersihkan ruangan sampai menebas lapangan yang luas. Sungguh sebuah harga yang tidak sepadan dengan pekerjaan yang dilakukan nya.

img by: clipartof.com

Beda halnya dengan pimpinan stasiun tersebut yang setiap hari datang agak siang sementara pulangnya lebih awal yang kerjaannya hanya duduk di ruang pimpinan nyaris setiap harinya, berpenampilan selalu bersih dan sering kali angkuh dengan bawahan. Jelas sekali pimpinan seperti ini menikmati angka yang jauh lebih besar dari yang didapat oleh Pak Tayeb setip bulannya.

Lalu akupun berfikir kenapa mereka yang bekerja lebih keras nyaris selalu berada pada rantai penghasilan paling bawah? Tidak ada tukang sapu yang memiliki mobil dan tidak ada tukang kebun yang mampu jalan-jalan ke BALI. Ternyata tidak semua kerja keras berbuah manis. Adil gak sih..?

Tulisan Sebelumnya »

Kategori